[Travel Diaries] Semarang

SAMSUNG CSC Perjalanan kali ini berkesan sekali karena untuk pertama kalinya saya mencoba terbang ke Semarang melalui bandara Halim Perdana Kusuma. Ruang tunggu sangat nyaman, pendingin ruangan yang dingin dan tidak terlalu padat dengan tumpukan penumpang. Perjalanan 45 menit ke Semarang akan terbayar dengan berbagai kuliner khas Semarang dan kenangan akan Semarang tempo dulu. Ini adalah catatan harian perjalanan melancong 3 hari ke Semarang.

Gereja Blendhuk

Gereja Blendug

Gereja Blendug

Berangkat dari Jakarta dengan pesawat Citilink pukul 09.55 lalu tiba di Semarang sekitar pukul 10.40 WIB, perjalanan pertama adalah Gereja Blenduk. Bangunan Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda tahun 1753 masih berdiri gagah dan terawat. Nama Blendug atau yang sering dilafazkan menjadi mblendug memiliki arti melengkung atau menonjol. Bangunan Gereja Blendug ini cukup impresif, menilik cara arsitektur Belanda membangun memang sangat mengaggumkan. Ketebalan dinding, pintu kayu hingga desain langit-langit yang terlihat kokoh. Setelah berfoto dan membayangkan Semarang tua jaman dulu, kita bisa menikmati makan siang sate dan gulai kambing di depan Gereja Blenduk. Untuk detail tentang restauran dan menunya, silahkan buka halaman peta kuliner.

Klenteng Tay Kak Sie

SAMSUNG CSC Beberapa ahli fengshui yang dipimpin oleh Khouw Ping dan beberapa saudagar tionghoa memutuskan untuk membangun tempat ibadah. Setelah dipilih lokasi dan segala perhitungan fenshui, ditemukan sebuah areal tanah luas ditepi Kali Semarang yang kala itu masih berupa kebun lombok. Patung para dewa dan dewi yang berada di Klenteng tersebut didatangkan langsung dari negeri China. SAMSUNG CSC Keberadaan klenteng Tay Kak Sie diatas kebun lombok, akhirnya membuat klenteng tersebut juga dikenal sebagai klenteng Gang Lombok. Keberadaannya membuat suasana disekitarnya menjadi hidup dan ramai. Kali Semarang yang kala itu masih lebar dan dalam dapat dilalui oleh perahu dan tongkang, hilir mudik dari laut hingga kedalam kota, membuat perdagangan disitu menjadi semakin ramai dan maju. Tahun 1772, setahun semenjak mulai dibangun, klenteng itu telah berdiri dengan megah dan kokoh, Tay Kak Sie namanya, artinya Kuil Kesadaran.

Lawang Sewu

Lawang Sewu

Lawang Sewu

Selanjutnya mari kita melakukan perjalanan waktu ke tahun 1904 menuju gedung Lawang Sewu yang memiliki reputasi seram dari sejarah perjalanannya. Seperti namanya, Lawang Sewu yang dalam bahasa jawa berarti pintu seribu dikarenakan memiliki pintu yang sangat banyak. Walaupun pada kenyataannya Lawang Sewu atau Nederland-Indische Spoorweg Maatschappij tidak persis memiliki 1000 pintu, ada yang menyebutkan angka 429 hingga angka 982 pintu. SAMSUNG CSC Penyesuaian nama Lawang Sewu ini memang untuk mempermudah pengucapan orang jawa masa itu. Lawang Sewu dibuka sejak pukul 09.00 hingga 22.00 malam, tetapi waktu Maghrib ditutup selama 1 jam, pukul 18.00 – 19.00. Karcis harga tanda masuk masih relatif murah Rp10.000 dan jika ingin menggunakan jasa tour guide bisa menambah Rp30.000 hingga selesai. Penggunaan jasa panduan lebih menarik karena kita bisa mengetahui berbagai kisah misteri dibalik gedung yang hingga kini masih dianggap angker. Setelah setelah mengelilingi Lawang Sewu, nikmati suasana sore nuansa kolonial hingga saat makan malam di Toko Oen. Rawa Pening SAMSUNG CSC Tidak perlu mempersiapkan obat sakit kepala, karena Rawa Pening tidak akan membuat pusing kepala justru akan dibuat terpesona akan keindahan dan udara segar dari Rawa Pening. Sebelum itu sedikit saran untuk berangkat awal, sekitar pukul 5:30 pagi agar bisa menikmati kesegaran udara Rawa Pening dengan lebih tenang. Rawa Pening terletak 45 menit perjalanan roda empat keluar sedikit dari kota Semarang, tepatnya Kabupaten Ambarawa. SAMSUNG CSC Sebelum berangkat jangan lupa bawa serta jaket atau selendang, karena Ambarawa terletak agak tinggi dengan udara sejuk berangin. Untuk menuju ke Ambarawa bisa menggunakan mobil sewaan sekitar Rp350.000 atau angkutan kota dua kali ganti. Teman-teman yang menggunakan mobil sewaan bisa mengambil jalur tol, perjalanan Semarang Kota – Rawa Pening hanya sekitar 45 – 1 jam saja tergantung keadaan lalu lintas.

SAMSUNG CSC SAMSUNG CSCSaya sangat merekomendasi Rawa Pening sebagai tujuan wisata bersama anak, keamanan berperahu motor terjamin dengan jaket pelampung yang tersedia hingga bisa menikmati tambak ikan dan suasana rawa bersih dengan tenang. Untuk anak-anak ada beberapa wahana bermain seperti sepeda kayuh yang berbentuk mobil-mobilan dan memancing. Pemandangan gunung Merbabu, Sindoro dan Sumbing saat pagi sungguh menyegarkan. Apalagi jika perjalanan ke Semarang di waktu yang tepat saat menjelang panen padi. Kita bisa berfoto bersama keluarga diantara padi yang menguning.

Gua Maria Karep SAMSUNG CSC Untuk yang beragama Nasrani bisa mampir mengunjungi Gua Maria Karep Ambarawa untuk kunjungan wisata relijius. Gua Maria Karep dibangun pada tahun 1954 sebagai wujud kerinduan umat Paroki Santo Yusuf Ambarawa untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Untuk Teman-teman yang dari Rawa Pening ingin langsung menikmati makan siang bisa mengunjungi Pecel terkenal dari Ambarawa, sego Pecel Bu Kami. Jika sempat melakukan riset wisata kuliner, pecel ini selalu mencul sebagai rekomendasi. Cerita detil kami kupas langsung di artikel Peta Kuliner.

Museum Kereta Ambarawa SAMSUNG CSC SAMSUNG CSCSAMSUNG CSC   Setelah makan siang sego pecel yang menggugah selera, tujuan berikutnya adalah menikmati Ambarawa tempo dulu dengan mengunjungi Museum Kereta Ambarawa. Hanya saja saat mengunjungi museum ini, Saya tidak bisa merasakan sensasi masa lalu dengan menumpangi kereta api tenaga uap, karena museum sedang dalam tahap renovasi. Untuk bisa mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa, terlebih dahulu harus mengunjungi kantor Kereta Api Indonesia untuk meminta ijin kunjungan. Sedikit merepotkan karena pembatasan pengunjung dikarenakan renovasi tersebut.

Candi Gedung Songo SAMSUNG CSC   SAMSUNG CSC SAMSUNG CSC Candi Hindu yang dibangun di lereng Gunung ungaran, memiliki pemandangan yang menakjubkan. Hanya saja untuk kunjungan ini lebih baik ada pertimbangan usia, karena perjalanannya yang menanjak dan cukup melelahkan. Jika ada dana lebih, kita bisa menyewa kuda untuk menghemat tenaga menuju ke candi terakhir pada puncak. Biaya sewa kuda tergantung dari lokasi yang ingin kita capai, harga sewa kuda dimulai dari Rp25.000 hingga perjalanan penuh keseluruh lokasi Rp70.000. Sementara biaya masuk ke lokasi Gedong Songo Rp7.500 pada saat hari biasa sedangkan pada hari libur Rp10.000. Untuk biaya mandi air panas yang tersedia di kolam bikinan, bisa membayar cukup Rp5.000 saja. SAMSUNG CSC SAMSUNG CSC Saran untuk yang ingin mengunjungi hingga puncak situs agar membawa air putih atau jika terlalu memberatkan bisa membeli pada pedagang atau warung yang tersedia di lokasi paling atas. Jangan lupa untuk membawa sampah ke bawah atau membuang pada tempat sampah yang disediakan. Bagi yang ingin menikmati udara segar dengan berjalan santai selain jaket atau selendang, usahakan untuk menggunakan sepatu sport atau sendal gunung yang nyaman untuk menanjak. Jalan menuju ke situs-situs Gedong Songo sudah sangat baik tetapi jalan yang panjang dan menanjak kadang bisa membuat kaki lecet. SAMSUNG CSC SAMSUNG CSC SAMSUNG CSC Klenteng Sam Po Kong

Hari ketiga atau hari terakhir berada di Semarang akan diisi dengan kunjungan ke tempat ibadah dan ziarah juga merupakan tempat wisata dikenal juga dengan sebutan Gedong Batu. Ada yang mengatakan nama ini dipakai karena asal mula tempat ini adalah sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Tetapi ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sebenarnya asal kata yang benar adalah Kedong Batu, alias tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai. Setelah menikmati Klenteng Sam Po Kong saatnya untuk berbelanja oleh-oleh khas Semarang, simak artikel tentang oleh-oleh khas Semarang.

 ***

Advertisements