[Travel Diaries] JALAN-JALAN KE TOKYO DALAM 5 HARI (part1)

Tokyo secara harafiah berarti “ibu kota timur” dalam bahasa Jepang, arti yang berlawanan dengan ibu kota lama di barat, Kyoto, yang dinamakan “saikyo”, berarti “ibu kota barat”. Tokyo masih memegang posisi sebagai 10 kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Tetapi jangan takut untuk mengunjungi Tokyo, begitu banyak tawaran anggaran wisata ekonomis yang menawarkan alternatif akomodasi dan prasarana yang memudahkan bagi wisatawan. Hotel kapsul yang ekonomis, pembelian tiket kereta paket daily pass dan sebagainya. Berikut adalah catatan perjalanan selama 5 berada di Tokyo.

Hari 1 : Bandara Haneda – Asakusa

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bandara Haneda –

Mendarat di bandara Haneda pada pukul 08:50 pagi waktu setempat setelah menempuh perjalanan sekitar 7,5 jam. Perbedaan waktu antara Jakarta dan Tokyo adalah 2 jam lebih maju dari Jakarta. Jadi jika kita tiba di Jepang pukul 08:50 sementara itu di Jakarta waktu masih menunjukkan pukul 06:50 WIB. Tidak terlalu jauh perbedaan waktunya jadi seharusnya secara fisik pun badan kita sudah siap beraktifitas.

Haneda merupakan satu dari dua Bandara yang berada di Jepang. Haneda menangani hampir semua penerbangan ke dan dari Tokyo, sementara Bandar Udara Internasional Narita menangani sebagian besar penerbangan internasional. Tahun 2009 bandara ini sempat diakui sebagai Bandara paling tepat waktu di dunia selama dua tahun berturut-turut.

Di Bandara kalian bisa menyewa modem wifi atau membeli sim card serta paket data untuk smart phone kita selama di Jepang. Walaupun di bandara Haneda disiapkan WiFi gratis tetapi buat kalian yang menggunakan HP android akan sedikit mengalami kesulitan untuk log in dan menggunakan fasilitas ini.

Setelah selesai dengan urusan imigrasi, barang-barang bagasi, sewa modem, kini saatnya memulai perjalanan wisata kita ke Asakusa. Perjalanan ke Asakusa ditempuh hanya sekitar 40 menit. Di Asakusa kita akan berkunjung ke salah satu kuil tertua dan paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di Jepang. Keramaian dan warna-warni Jepang bisa terlihat mulai sejak Gerbang Halilintar atau Kaminarimon. Dari sana kita akan menyusuri pertokoan jalan Nakamise.

 

Di pertokoan yang aromanya menyenangkan ini, kita bisa membeli oleh-oleh, jajanan kaki lima dan barang-barang unik Jepang seperti kimono, kipas Jepang, hingga aneka kerupuk Jepang. Saran dari beberapa wisatawan yang pernah berkunjung, untuk mendapatkan harga yang lebih ekonomis belilah di barisan toko yang terdepan sebab harganya lebih murah. Yang paling menyenangkan adalah melihat beberapa anak muda Jepang yang berfoto dengan menggunakan kimono. Setelah berkunjung ke Kuil jangan lupa untuk menikmati kuliner.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Silahkan untuk mencoba Sushi, Gyudon, Ramen, Soba dan makanan khas Jepang dengan harga “streetfood”. Selain itu jangan lewatkan untuk mencoba melonpan atau meronpan. Roti dengan bentuk bundar mirip separuh potongan buah melon. Meropan merupakan roti manis Jepang yang dilapisi oleh kulit roti dengan lapisan tipis kering. Mirip dengan roti boy hanya saja Meronpan tidak terlalu manis dan tidak ada isinya. Setelah mencoba Meronpan, bagi wisatawan muslim silahkan mencoba restoran Halal yang berada di Asakusa. Ada 2 restoran dengan sertifikat halal salah satunya menyediakan masakan khusus jenis Ramen. Baca artikelnya di sini.

 

Kuil Asakusa

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Wisatawan yang datang ke Kuil Asakusa akan melewati beberapa bangunan. Ujung dari Jalan Nakamise ini adalah sebuah gerbang yang menjadi pintu masuk ke Kuil Sensoji, yaitu Hozomon Gate. Sebelum menuju kuil utama, pengunjung yang datang akan membersihkan diri dengan membasuh tangan dan mulut yang dimaksudkan untuk membersihkan bermacam hal yang kurang baik. Ritual yang biasa dilakukan pengunjung sebelum berdoa di dalam kuil itu adalah bersuci di pancuran. Kemudian mereka membeli dupa dan membakarnya di tungku yang selalu dikerumuni orang dan dipenuhi arang yang menyala setiap saat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bagi yang tertarik mengenai ramalam, bisa mencoba peruntungan dengan mendonasikan 100 yen. Setelah itu kita akan mendapatkan jasil ramalan dari batangan kayu yang dikocok hingga ada yang terlempar. Setelah itu menuju lemari untuk mencari potongan kertas yang sesuai dengan angka pada batangan kayu yang terlempar itu. Di kertas itulah konon ramalan nasib orang tersebut tertulis.

Konon ramalan di kuil ini terkenal akan ketepatannya. Hasil ramalan yang kurang baik bisa digantung untuk menghilangkan semua keburukan atau dibawa pulang jika ramalan bagus.

Dari Kannondo Hall kita dapat berjalan mengitari kompleks kuil Sensoji yang memiliki banyak bangunan yang tersebar dalam beberapa blok. Nikmati keindahan detik kuil serta lukisan indah yang terletak pada langit-langitnya. Setelah puas menikmati kuil, kita bisa mengitari Kannondo Hall dan melihat Nitenmon Gate yang berada di sebelah timur kuil Sensoji. Kita dapat keluar dari pintu ini atau kembali ke halaman utama kuil.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

…. [TO BE CONTINUE’D]

Advertisements

Makan Ramen Halal di Jepang

Sulit mencari menu halal di Jepang? Untuk semangkok ramen yang lezat di Jepang saja, bahan baku yang digunakan bisa tidak halal atau bahkan penggunaan alat masak yang bercampur. Standar halal menjadi sulit bagi kaum muslim yang sangat mementingkan hal tersebut. Apalagi di Jepang untuk berkomunikasi selain bahasa Jepang cukup sulit. Lalu bagaimana caranya mencari restoran atau kedai yang menyuguhkan ramen halal di Jepang?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ramen yang berisi rumput laut, bawang, kecambah, bayam, telur rebus dan rebung yang di Jepang disebut Menma.

Naritaya, salah satu kedai di distrik Asakusa, Tokyo menyediakan ramen halal. Kedai yang memang hanya memasak menu berbagai macam ramen juga menyertakan sertifikat halal. Sertifikat yang dikeluarkan oleh Japan Islamic Trust dengan tujuan utama demi kesejahteraan muslim di Jepang dan tentu saja wisatawan muslim yang berkunjung. Apalagi Asakusa adalah distrik yang selalu ramai dengan wisatawan dari berbagai macam belahan dunia.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kedai Naritaya berada di dalam pertokoan Jalan Nishisando

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kedai Naritaya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Chef Thoriq sedang membuat Mazesoba atau Ramen tanpa kuah seharga 700 Yen.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mazesoba – Ramen tanpa kuah, rasanya gurih. Lezat!

Kedai Naritaya buka sejak Januari 2015, tidak perlu cemas tidak membaca tulisan di menu karena menu restoran menggunakan tulisan dalam bahasa inggris dan jepang. Menurut chef Thoriq, sulit untuk menemukan rasa washoku yang original dengan menggunakan bumbu “normal” tetapi akhirnya setelah percobaan berkali-kali mereka menemukan dan mempertahankan rasa originalnya dengan tetap halal. Chef Thoriq yang hari itu bertugas memasak adalah warga Jepang muslim. Thoriq adalah nama muslimnya.

91628346-b5d3-4ea1-850c-6ed9a6b524d0

Screen Shot 2016-03-20 at 7.16.54 PM

Lokasi Naritaya di Google map klik MAP

Sertifikat Halal di Jepang

Sebelum tahun 2014, sangat sulit dan mungkin nyaris tidak mungkin untuk menemukan restoran halal di Jepang. Menurut beberapa sumber media Jepang, pemerintah Jepang menyadari kekurangan ini lalu memutuskan untuk serius dalam menanggapi permasalahan sertifikat halal. Promosi pariwisata yang mempersilahkan seluruh dunia datang untuk mengunjungi Jepang tetapi fasilitas penting seperti informasi dalam bahasa inggris, tidak ada WiFi gratis, makanan halal dan transportasi umum menjadi momok terbesar.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sertifikat Halal di depan pintu Kedai Naritaya

Jepang menyadari dengan cepat lalu segera bebenah infrastruktur yang mendukung pariwisata. Salah satunya adalah Made in Japan Halal Support Committee di bulan Februari 2014. Pemerintah Jepang lalu berusaha belajar untuk memahami tentang kebutuhan para muslim Jepang dan wisatawan muslim yang berkunjung ke Jepang. Bahkan kini kalian yang ingin mengetahui di mana saja letak restoran Halal di Asakusa dan Ueno, Perkumpulan Muslim Taito di Tokyo menerbitkan peta khusus untuk muslim.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

peta untuk wisatawan muslim

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Perhatikan informasi yang berada di bagian belakang peta.

Peta berisi informasi tentang tempat ibadah dan restoran untuk wisatawan muslim. Uniknya tempat-tempat ini diberi bintang berdasarkan ketertarikan bisnis-bisnis unit ini dalam mengakomodir wisatawan muslim. Bintang 3 untuk menu yang seluruhnya halal dan tidak ada minuman alkohol, bintang dua untutk menu makanan halal saja dan bintang satu untuk restoran yang menyediakan menu halal tetapi masih tersedia beberapa menu yang tidak halal.

Jika ingin ke Jepang dan ingin mendapatkan peta silahkan masuk ke www.halalgourmet.jp atau ke laman facebook milik Tokyo’s Taito-ku. Disana kita bisa mendapatkan informasi tentang restoran halal dan tempat ibadah disekitar Tokyo. Jadi tunggu apalagi? Tidak perlu ragukan untuk main ke Jepang? Mungkin ada dari kalian yang bisa menambahkan informasi tentang restoran halal terbaru di seputar Tokyo? Sok atuh informasikan pada kolom komentar.

All photo taken by Marrysa Tunjung Sari with #EM5markII #zuikolens #1240mm F 2.8 and #17mm F 1.8 #olympus_occi_id.