Makassar Ji!

Sebuah perjalanan panjang tentang kenangan dan yang akan dikenang. Makassar sudah seperti “rumah” bagi kami, disini dulu adik laki-lakiku yang paling bungsu lahir. Seperti daerah asal kelahirannya, adikku adalah penggemar semua kuliner yang dimasak dengan ikang (ikanhingga dia dewasa kini.

Di Ujung Pandang (nama yang dikenal pada masa itu) aku melewati masa TK hingga SD kelas 4. Disanalah belajar pertama kali bersepeda, pertama kali dijahit karena jatuh, dan belajar berpetualangan disekeliling rumah (kala itu masih banyak rawa-rawa). Ketika hendak kembali ke Ujung Pandang lagi, aku hampir merasa “kehilangan” kenangan itu. Jalan begitu sempit sekarang, ruko ada dimana-mana dan Losari sudah berubah. Aku paham kota akan selalu tumbuh dan berubah, sama seperti kehidupan.

Aku ingin berbagi sedikit rekaman dan catatan tentang kota yang hingga kini selalu mengungkit rindu setiap kali seseorang menyebut namanya. Kota dimana pisang epe’, coto Makassar dan seafood menjadi penawar kerinduan terdasyat!

Perjalanan ke Makassar – Tanjung Bira – Selayar – Kepulauan Takabonerate tersedia dalam bentuk photobook (58 Halaman) Hubungi poeticpicture@gmail.com untuk pembelian.

Samsung Smart Camera

Advertisements