[Travel Diaries] Mengapa menyelam?

Ada 2 hal yang paling aku takutin saat berada di alam, ketinggian dan laut. Namun kalo kata mereka yang bijak hehehehehe….hadapi ketakutanmu maka hidup akan lebih damai. Ndak tau deh itu bener apa ndak, saat hendak mengambil kelas diving sih bukan karena pertimbangan bijak ya. Emang karena dipaksa ama kakak aku supaya bisa nemenin dia ke Takabonerate. Alasannya kurang drama banget ya….dan gak sesuai dengan ekspektasi hehehehe….

IMG_7757_OK.jpg

Mengapa aku menyelam?

Jawaban yang pas itu baru aku dapatkan setelah aku menyelam beberapa kali sejak tahun 2010. Awalnya memang karena dipaksa lalu setelah merasakan sendiri bagaimana sensasinya, aku ketagihan. Bayangkan, melayang tanpa gravitasi, suasana sunyi hanya nafas kita dan suara air, pemandangan spektakuler yang tidak pernah aku lihat, warna-warni cantik dan ketenangan luar biasa.

Aku belum pernah meditasi sih, tapi aku tebak ini memiliki “rasa” yang menyerupai. Tentunya untuk bisa masuk ke level “tenang” kita harus melalui beberapa kali penyelaman dan menemukan cara mengapung dengan sempurna atau yang biasa disebut dengan buoyancy. Jika sudah menemukan cara melayang atau buoyancy, semua akan nampak tenang dan menyenangkan.

M1089871.JPG

Menyelam buat aku adalah rekreasi atau piknik yang sesungguhnya, di sinilah aku belajar memahami cara mensyukuri kekuasaan Allah. Keinginan untuk menjaga menjadi lebih kuat karena alam membutuhkan kita dalam perkara menjaga. Masalah kehidupan, sama dengan manusia sudah diberi jalan oleh Yang Maha Kuasa hanya saja kita sebagai manusia diberi kekuatan yang mereka tidak miliki, kemampuan merusak secara berlebihan.

Merusak bisa dengan beberapa cara salah satunya adalah TIDAK PEDULI dan atau TIDAK PAHAM. Menyelam adalah salah satu cara untuk membuat kalian paham akan kekuasaan Allah. Melihat ada jutaan makhluk dari yang terkecil (mikro) hingga besar yang tidak pernah terbayangkan oleh kita. Aku bersyukur mbak Tjandra (kakak) “memaksa” aku menyelam. Menurut aku ini salah satu ibadah yang perlu dijalankan. Ibadah melihat, memahami dan mensyukuri. Bagaimana kamu bisa mensyukuri sesuatu jika melihat saja belum? Bagaimana pun no pic hoax kan? hehehehe…

Mengapa aku menyelam? 

M1089865.JPG

Aku ingin beribadah. Mencintai adalah ibadah, menjaga juga ibadah. Belajar mencintai itu harus dengan sepenuh hati, Memahami itu bukan keharusan namun datang dari ketulusan. Mengapa aku menyelam? saat menyelam aku merasakan begitu banyak cinta dan ingin mencintai kembali diriNYA yang menciptakan ini semua hanya untuk aku. Manusia yang setiap hari beribadah “meminta” sementara pada kenyataannya Tuhan sudah memberikan terlalu banyak hadiah.

Ayo menyelam, ayo menjaga! Terima kasih sudah membaca….

LINKERS Academy Batch 3


Hadir kembali kelas Basic Travel Photography & Writing Workshop Batch III. Kali ini peserta terbaik akan ikut bersama kami liputan ke Banda Aceh!

Speakers:

· Windy Ariestanty – CEO Iwashere.id & Founder Writingtable

· Marrysa Tunjung – Editor in Chief Linkers
Registration fee: IDR150.000

Limited 30 seats
How to join:

· Tell us why you should be selected as one of our participants (in 1 paragraph)

· Include your instagram account and portofolio

· Send to linkers-academy@citilink.co.id with subject: “Linkers Academy”

· Follow Instagram @linkersMagz | Registration periode 13-21 March 2017

· Participants will be selected by Linkers Academy team

Linkers Academy Batch 2

 

8ef47c00-6a3a-40be-b4c9-a1e30a279b6c-1.jpg

Basic Travel Photography & Writing Workshop Batch II.

Speakers:
· Windy Ariestanty – CEO Iwashere.id & Founder Writingtable
· Marrysa Tunjung – Editor in Chief Linkers

Registration fee: IDR150.000
Limited 30 seats

How to join:
· Tell us why you should be selected as one of our participants (in 1 paragraph)
· Include your instagram account and portofolio
· Send to linkers-academy@citilink.co.id with subject: “Linkers Academy”
· Registration periode 1-22 Feb 2017
· Participants will be selected by Linkers Academy team