Fotografer atau Blogger?

Processed with VSCO with a4 preset

Photo by me with Olympus OMD EM10MarkII Processed with VSCO with a4 preset

Sebuah topik yang menarik, mengingat banyak yang bertanya “identitas: saya, fotografer atau blogger? Agak aneh sih buat saya pertanyaan itu, seharusnya pertanyaannya fotografer atau penulis? Tapi bolehlah kita tulis sedikit pemikiran saya tentang hal ini. Pemikiran yang datang dari pengalaman yang seumur jagung. 

Baca : Tips Fotografi

Fotografi atau Menulis?

Ketika seseorang ingin memulai blog, media sosial atau dunia jurnalistik lantas pertanyaan yang sering muncul, sebagai berikut;

  1. fotografi atau menulis?
  2. Tulisan saya jelek, boleh gak foto aja?
  3. Saya gak suka foto mbak, jadi pengen nulis blognya isi foto dari google aja
  4. Bagaimana bisa kepikiran foto seperti itu mbak?
  5. Ini kalau saya mau bikin konten saya mulai dari mana?
Processed with VSCO with a9 preset

taken by me with SamsungGalaxy s4

Okeh sebelum menjawab satu persatu pertanyaan ini, saya mau curhat sedikit. Jika dipikir-pikir proses awal semua karier dan perjalanan fotografi ini, tidak sedikitpun saya ragu bahwa semua ada hubungannya dengan pengalaman saya di berbagai bidang salah satunya adalah menulis. Pekerjaan utama saya adalah fotografer dan tugas saya adalah menyampaikan komunikasi secara visual.

Visual (komunikasi melalui penglihatan) adalah sebuah rangkaian proses penyampaian informasi atau pesan kepada pihak lain dengan penggunaan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indera penglihatan.

Jadi semua ini adalah tentang komunikasi dan komunikasi itu sendiri harus melalui proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya. Kita bisa melakukannya itu dengan menggunakan lambang atau kata-kata, gambar, bilangan, dan sebagainya. Jadi dalam perjalanan fotografi ini, saya beruntung ditempa begitu banyak ilmu. Walau tidak semua ilmu itu tuntas (mana ada sih ilmu yang tuntas) namun gabungan dari semua itu membuat saya bisa membuat semangkuk sop yang berisi aneka informasi, gagasan, emosi, ketrampilan dan sebagainya.

Pelajaran-pelajaran dalam bumbu semangkuk sup adalah pendidikan jurnalistik di Universitas Indonesia, pengalaman asistensi menulis dengan pak Sitor Situmorang, belajar menulis release otomotif selama 2 tahun di sebuah agensi, bekerja sebagai pewarta foto otomotif (kontributor) di Kompas Gramedia, sekolah seni rupa di Sydney dan arsitek di Trisakti serta masih banyak beberapa hal lain. Kini memasuki tahun ke-3 sebagai Editor in Chief Linkers .

Processed with VSCO with a6 preset

taken by me with Olympus OMD EM5 Mark II

Semua pelajaran tentang ide kreatifitas, komunikasi, presentasi, proses berkembang dan membaur dalam mangkok sup. Kembali ke topik pertanyaan awal, berikut adalah jawaban untuk 5 pertanyaan yang paling sering ditanyakan.

  1. fotografi atau menulis? Keduanya
  2. Tulisan saya jelek, boleh gak kalau hanya foto aja? Bebas tapi kalau bisa keduanya pasti lebih keren, sequence berceritamu akan lebih baik.
  3. Saya gak suka foto mbak, jadi pengen nulis saja. Isi foto dari google aja. Bisa aja sih tapi alangkah bagusnya jika ada komunikasi visualnya untuk mempertajam maksud yang ingin kamu sampaikan.
  4. Bagaimana bisa kepikiran foto seperti itu mbak? Baca semangkuk sup di atas. Ini bukan hasil semalam namun proses. Proses saya berpikir pastinya sudah lebih cepat karena sudah terlatih. Prosesnya = latihan.
  5. Kalau saya mau bikin konten, harus mulai dari mana? dari hal yang jelas kamu ketahui dengan pasti. Dari hal tersebut kamu bisa membuka jendela kemana pun. Apapun kontennya, suatu hal yang menarik perhatianmu tidak akan pernah ada habisnya.

Kalau kamu memiliki kesempatan dalam hidup untuk bisa mempelajari hal-hal baru dan pengalaman yang membuat kita berani membuat keputusan ambil! Mana ada pengalaman saya sebagai fotografer sebelumnya atau jadi Editor in Chief sebuah majalah dari perusahaan sebesar Citilink? Ketika saya berani menjawab IYA pada komitmen pekerjaan itu berarti ada tanggung jawab menunggu di ujung jalan.

Kerjakan semuanya dengan rasa sayang (bukan robot) dan cintailah proses! 

Editing adalah pekerjaan yang memberi ilmu begitu banyak karena kita dipaksa membaca dan melihat begitu banyak tulisan dan foto orang. Melelahkan namun memberikan ilmu yang tidak dimiliki orang lain. Belajar editing apapun itu memiliki perspektif yang sangat unik.

Kalau ditanya apakah saya sudah sukses? Bingung jawabnya. Ndak pernah punya maksud mengejar sukses, tujuan akhir selalu ingin semua terselesaikan dan bermanfaat. Jika itu bisa membawa manfaat bagi orang banyak, maka saya bisa lanjutkan hal berikutnya semaksimal mungkin. Tidak penting orang mau anggap saya ini blogger, medsos apapun itu, food & travel photographer…saya tidak akan menyibukkan diri kedalam deskripsi diri. Gak penting! Saya mencintai dunia komunikasi. Selama bisa berkomunikasi dan mengkomunikasikan entah itu visual atau lisan lalu bisa bermanfaat buat orang banyak. Than I am a happy girl. 

screen-shot-2016-11-24-at-6-53-13-pm

Taken by me with Olympus OMD Em5 MarkII

Jakarta 23 November 2016

Food Photography When Travelling

 

aff997a7-1705-422b-86a6-93381442e06f

 

Halo Bandung! I will be sharing about Food Photography when travelling. If you need to upgrade your skill in photography for daily use, I’ll be sharing my experience with you all. Get all the details in this account @indoperspective

#PHOTOMORFOSIS# an Initiative by Perspective present

“Food & Travel Photography” by Marrysa Tunjung Sari @poeticpicture

Mari Bandung, saatnya kita belajar dari dari para professional untuk bisa mendapatkan ilmu. Investasikan waktu kalian pada workshop Food and Travel Photography, Sasha akan berbagi tips dan trik memotret food fotografi dalam travel. Buat kalian para blogger atau pengguna social media yang hobi mengunggah foto makanan yuk ketemuan. Jangan lupa, catat tanggal, segera registrasi workshopnya dan MENANGKAN TIKET CITILINK!

 

Pendaftaran :

Klik link http://bit.ly/1WkLRLf

Akun Instagram @indoperspective

Hubungi (WA) 082114002054

Berlaku untuk semua user kamera digital merek apapun

 

Biaya Pendaftaran : Rp150.000

  • TIKET PP CITILINK
  • SERTIFIKAT, TSHIRT, MERCHANDISE

 

Detail Acara :

MINGGU, 23 OKTOBER 2016

Pukul 09:00 -17:00 WIB

 

WARUNKDAKORA

Jl. Telekomunikasi No 237 Bojongsoang Bandung

 

Supported by :

#warunkdakora #CitilinkInflightMagazine #Linkers

 

Media Partner :

Telkom Hitz

Ardan Radio

Urban Bandung Radio

Zora Radio

Bandung Magazine

Ikom Channel

KOFI

 

#allaboutcommunity #allaboutphotography #LensA

[Photo Talk] “Food & Travel Photography”

 

Instagram Sasha

Halo Medan!

Olympus Cross Community Workshop
“Food & Travel Photography” by Marrysa Tunjung Sari @Poeticpicture

Bersama Olympus di kota Medan, aku akan berbagi tentang membuat foto kuliner dan perjalanan secara praktis namun menarik. Nanti saat workshop kita juga akan coba memotret food fotografi dalam travel.

Buat kalian para blogger atau pengguna social media yang hobi mengunggah foto makanan yuk ketemuan. Jangan lupa, catat tanggal dan segera daftar workshopnya pada hari Sabtu 18 Juni 2016 bertempat di Harbour9 Dinning & Bar.

Pendaftaran :
Nisa (Kuliner Medan ) : 0812 6091 1290

Berlaku untuk semua user kamera digital merek apapun
Biaya Pendaftaran Rp30.000 termasuk buka puasa bersama.

Lucky Draw
Hands On Kamera & Lensa (Pro & Premium) Olympus
Tempat Terbatas

Detail Acara :
Sabtu, 18 Juni 2016
pukul 14:00 – buka puasa
Harbour9 Dinning & Bar (Forum Nine Building Level G), Jl. Imam Bonjol no 9
Medan – Sumatra Utara

Supported by :
Citilink
Archa Photo
Kuliner Medan
Paprika
Harbour9