Food Photography When Travelling

 

aff997a7-1705-422b-86a6-93381442e06f

 

Halo Bandung! I will be sharing about Food Photography when travelling. If you need to upgrade your skill in photography for daily use, I’ll be sharing my experience with you all. Get all the details in this account @indoperspective

#PHOTOMORFOSIS# an Initiative by Perspective present

“Food & Travel Photography” by Marrysa Tunjung Sari @poeticpicture

Mari Bandung, saatnya kita belajar dari dari para professional untuk bisa mendapatkan ilmu. Investasikan waktu kalian pada workshop Food and Travel Photography, Sasha akan berbagi tips dan trik memotret food fotografi dalam travel. Buat kalian para blogger atau pengguna social media yang hobi mengunggah foto makanan yuk ketemuan. Jangan lupa, catat tanggal, segera registrasi workshopnya dan MENANGKAN TIKET CITILINK!

 

Pendaftaran :

Klik link http://bit.ly/1WkLRLf

Akun Instagram @indoperspective

Hubungi (WA) 082114002054

Berlaku untuk semua user kamera digital merek apapun

 

Biaya Pendaftaran : Rp150.000

  • TIKET PP CITILINK
  • SERTIFIKAT, TSHIRT, MERCHANDISE

 

Detail Acara :

MINGGU, 23 OKTOBER 2016

Pukul 09:00 -17:00 WIB

 

WARUNKDAKORA

Jl. Telekomunikasi No 237 Bojongsoang Bandung

 

Supported by :

#warunkdakora #CitilinkInflightMagazine #Linkers

 

Media Partner :

Telkom Hitz

Ardan Radio

Urban Bandung Radio

Zora Radio

Bandung Magazine

Ikom Channel

KOFI

 

#allaboutcommunity #allaboutphotography #LensA

Advertisements

BIGOLO, PEJANTAN DARI KAMPUNG SEBELAH

Gigolo dan kini ada bigolo? Hahahahaha apa sih itu? #barutahu ada Bigolo. Ternyata itu sebutan canda bagi kaung. Babi jantan yang tugasnya berkeliling desa sebagai pejantan bagi babi-babi betina atau dalam bahasa bali disebut Bangkung. Fakta #barutahu ini saya temui di jalanan kota Bangli beberapawaktu lalu.

Mr Bigolo

Mr Bigolo

Terkejut dengan penglihatan di pinggir jalan, seorang bapak setengah baya berjalan dengan membawa babi jantan berukuran besar. Langsung secepatnya meminta teman untuk menghentikan mobil dan mengejar si bapak. Bapak yang paham bahwa saya ingin memotret, segera menyuruh untuk berlari kedepan dan mengambil gambar dari depan.

“Pak galak ndak?” tanya saya.

“Ndak dek, mau pegang?” ujarnya

Saya sempat pegang kepalanya dan mr Bigolo nampak tidak keberatan dan terus berjalan. Bapak menjelaskan dengan cepat bahwa dia baru saja mengantar Bigolo “bertugas” di kampung sebelah dengan imbalan sekitar 200-300 ribu sekali mengawinkan satu ekor betina. Wah! Sepertinya profesinya bigolo bisa jadi idaman ya buat para pejantan lainnya (ngomongin babi lo yaaaa)….soalnya dengan pekerjaannya ini, bigolo terbebas dari panas arang dan bumbu dapur hahahahahha…..sampai jumpa lagi bigolo!

#barutahu Taken with Olympus Pen EPL8 Zuiko 12 mm F 2.0

Nontunai Penting?

Taken with OMD EM5MarkII processed with VSCO with a6 preset

Taken with OMD EM5MarkII processed with VSCO with a6 preset

Mengapa penggunaan nontunai penting? Mencetak uang itu mahal? Iya. Di dalam selembar uang ada berbagai proses panjang yang mengikutinya.Bank Indonesia harus mencetak ulang uang yang rusak selain mengumpulkannya. Penggunaan nontunai tentunya bisa membantu negara melakukan efisiensi.

Banyak yang tidak tahu bahwa penggunaan transaksi dengan Electronic Payment System atau dikenal dengan LCS (Less Cash Society) termasuk ke dalam gerakan efisiensi dalam penggunaan anggara negara. Bank Indonesia yang kita ketahui tugasnya adalah mencetak mata uang kita. Ternyata untuk mencetak uang itu prosesnya panjang dan mahal.

Namun kalau untuk saya pribadi, penggunaan nontunai bisa menjadi salah satu alternatif untuk berhemat. Misalkan bayar tol Rp9.000 dan membayar Rp10.000, kembalian Rp1.000 atau pecahan sering kali tercecer. Namun jika kita menggunakan E-money, nilai yang hanya Rp1.000 akan tetap tersimpan. Bayangkan jika Rp1.000 dikalikan sekian puluh kali kebiasaan kita tentunya itu akan menjadi jumlah yang besar.

#barutahu #SmartMoneySmartNation