[TRAVEL DIARIES] JALAN-JALAN KE TOKYO DALAM 5 HARI (PART3)

 

Setelah puas mencoba kuliner dari ujung ke ujung Chinatown Yokohama, saatnya untuk berjalan kaki sedikit menyeberang menuju persimpangan, kita akan menemui suasana yang berbeda. Motomachi, tidak hanya menyediakan surga bagi mereka yang menyukai wisata belanja namun di Motomachi kita bisa menemukan begitu banyak restoran Eropa, Amerika dan beberapa galeri seni. Untuk bisa menelusuri Motomachi kita memang harus menyediakan waktu seharian penuh. Mulai dari sarapan di Chinatown jalan-jalan seputar Chinatown hingga siang dan kemudian menikmati variasi kuliner barat lalu jalan-jalan sekitar Motomachi hingga sore kita bisa kembali pada kuliner Jepang.

Hari 4 : Motomachi

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk ke Motomachi hanya tinggal menyeberang dari China Town Yokohama

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jangan lupa ya sepatu jalannya harus OK buat keliling China Town dan Motomachi

Motomachi awalnya pertanian dan desa nelayan lalu tahun 1859 Pelabuhan Yokohama dibuka. Sejak itu, Motomachi menjadi kawasan bisnis. Terletak di antara Yamate ke timur dan Kannai dan Yamashitacho ke barat, Motomachi menjadi sering dikunjungi oleh banyak orang asing. Toko-toko dan bisnis dibuka, melayani kebutuhan orang asing. Segera setelah dimulainya era Meiji, jumlah warga asing meningkat. Pengaruh Barat menjadi lebih jelas di Motomachi dengan pembukaan banyak kafe , toko roti ,dan butik. Ini adalah awal dari Shopping Street Motomachi seperti yang dikenal sebagai 2008.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Harajuku

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mari kita belanja!

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Welcome to Harajuku

Harajuku, sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Salah satu tujuan penulis ke Harajuku, adalah untuk merasakan Yoshinoyoa di tempat aslinya. Ternyata Yoshinoya di Harajuku atau di Jepang pada umumnya bukanlah gambaran fast food yang seperti kita sering liat di Jakarta. Selain Yoshinoya ada beberapa makanan seperti kentang goreng, gulali, crepes dan sebagainya. Semua makanan ini dikemas dengan waktu yang terbaik.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Suasana di Kedai Yoshinoya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Take away Yoshinoya dan makan depan kedainya

 Tokyo Tower

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setelah gelap, saatnya menikmati pemandangan kota Tokyo dari ketinggian. Untuk menyaksikan keindahan gemerlapnya, Tokyo Tower adalah salah satu pilihan. Bangunan yang menyerupai menara Eiffel ini memang berfungsi sebagai menara pemancar bersama untuk stasiun TV di Tokyo, Radio FM, antenna pemancar TV analog.. Menara yang berdiri sejak tahun 1957 memang mengikuti desain dari menara Eiffel di Paris, Perancis.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hanya saja dari segi ukurannya Tokyo Tower atau Nippon Denpato hanya berukuran sekitar 8,6 meter sedangkan Eiffel lebih tinggi 32,6 m. Sesampainya di atas, silahkan menikmati pemandangan Tokyo dengan bonus permainan laser yang diadakan pada waktu-waktu tertentu. Bagi yang ingin memiliki bukti sudah berkunjung ke Tokyo Tower silahkan untuk cap stempel buku catatan travel. Sudah deh selesai …hari ke-5 saatnya siap-siap dan menuju Bandara untuk pulang ke Jakarta.

Demikiaaannnn cerita perjalanan singkat ini….semoga bermanfaat buat kalian yang ingin berlibur ke Jepang.

*semua foto dalam blog ini menggunakan kamera #Olympus #OMD #EM5MK2 #1240mm F 2.8  dan #17mm F 1.8 #ZUIKOLENS

 

 

 

Advertisements

One thought on “[TRAVEL DIARIES] JALAN-JALAN KE TOKYO DALAM 5 HARI (PART3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s